Ada satu fase sialan di usia 20-an yang membuat isi kepala mendadak jadi sangat berisik saat malam tiba. Kombinasi antara cemas dan stres sukses merusak siklus hidup sampai ke akarnya.
Mau tidur, tapi tidak mau tidur. karena tahu besok mesti bangun.
tapi pas sudah bangun pun rasanya tidak punya energi untuk menghadapi hari esok.
Ujung-ujungnya cuma bisa pasrah terjebak di atas kasur dengan mata melek sampai subuh . Menatap langit-langit kamar sambil meratapi nasib diri sendiri yang gabut dan tidak tahu mesti mulai bergerak dari mana ??? .
Nah , ketika kewarasan sudah berada di ambang batas terendah , bodi ini akhirnya nekat melangkah masuk ke gym !! .
Cara ubah penderitaan fisik jadi benteng pertahanan terakhir Olahraga angkat beban ini sama sekali tidak diawali dengan rasa gembira atau motivasi yang membara . Prosesnya adalah sebuah siklus penyiksaan mental yang konsisten dan berulang setiap hari .
Pas bangun tidur rasanya malas sekali , pas di jalan menuju lokasi rasanya ingin putar balik ke rumah , dan pas sudah memegang besi pun bodi ini masih emoh untuk bergerak .
Siasat sederhana akhirnya dipakai untuk memotong friksi kemalasan yang akut itu . Semua perlengkapan latihan sudah dimasukkan ke dalam satu tas khusus sejak awal .
Setiap kali jam latihan tiba , bodi tinggal menyambar tas tersebut , pakai hoodie , dan langsung otomatis berjalan menuju tempat latihan sederhana yang dipenuhi alat-alat tua karatan mirip peninggalan purbakala .
Note Latihan beban dengan intensitas tinggi memaksa tubuh melakukan adaptasi fisik secara instan , yang berfungsi sebagai peredam alami untuk menurunkan tingkat stres di dalam otak .
Melihat perubahan fisik yang berkembang meski berjalan sangat lambat ternyata memberikan sebuah kepuasan baru . Hal yang paling krusial dari proses ini adalah munculnya sebuah kepercayaan baru di dalam batin bahwa ternyata diri ini masih bisa memegang kendali atas sesuatu .
Cara ubah penderitaan fisik jadi ruang pelarian waras Aktivitas ini sudah bergeser menjadi sebuah mekanisme bertahan hidup paling logis agar otak tidak meledak di usia muda yang penuh ketidakpastian . Ketika pikiran sudah terlalu berisik meneriakkan kegagalan hidup , satu-satunya cara membungkamnya adalah dengan memberikan rasa sakit yang riil pada fisik sendiri .
Otak yang tadinya sibuk mencemaskan masa depan lima tahun ke depan , mendadak dipaksa fokus bertahan hidup agar bodi tidak remuk tertimpa besi di depan mata . Badan yang lelah dihajar beban akhirnya tahu diri untuk langsung tumbang tertidur lelap begitu kepala menyentuh bantal .
Memulai olahraga tidak lantas membuat semua ketakutan di usia 20-an ini selesai secara ajaib saat subuh tiba . Besok pagi , rasa malas yang akut dan ketakutan tertinggal itu pasti akan datang lagi mencekik leher seperti biasa .
Namun tanggung jawab penuh atas kewarasan batin sendiri hari ini sudah diambil dengan sengaja menyiksa otot di gym , daripada pasrah membiarkan pikiran mati kutu dihantam cemas di atas kasur .
Sampai jumpa di keresahan selanjutnya , semoga .