Ketika malam tiba dan cemas mulai melanda. Musik jadi pelarian biar tidak overthinking memikirkan hari esok.
Karena itu, saya terjun ke dunia audiophile. Ya, mencoba berburu perangkat audio yang sedikit lebih berkualitas.
Salah satu yang paling sering muncul di forum jual beli adalah HiBy R3.
Akhirnya saya dapat, meski second.
Kemudian, beberapa minggu setelahnya, dengan bantuan ChatGPT, saya hampir mengubah DAP itu menjadi bom rakitan.
Ini ceritanya.

Berburu di Pasar Bekas
Harga baru DAP menguras tabungan, jadi berburu unit second menjadi jalan ninja paling realistis.
Baterai Sakaratul Maut
Terkadang, membeli barang bekas itu seperti judi.
Karena, baterai HiBy R3 ini drop parah.
Umurnya bisa dihitung dalam jumlah lagu:
awalnya 10 lagu, lalu 5, lalu 3, dan akhirnya matot (mati total).
Uang saya udah habis buat beli DAP-nya, jadi servis resmi jelas mustahil.
Maka, seperti manusia modern pada umumnya, saya bertanya ke ChatGPT.

Malapetaka
Saya tanya ChatGPT cara ganti baterai HiBy R3 yang sudah sekarat.
Awalnya disuruh memanaskan casing belakang dengan hairdryer.
Ketika saya bilang gak punya hairdryer, saya minta alternatif.
- Kesalahan pertama.
ChatGPT menyuruh saya congkel langsung menggunakan alat pembuka LCD HP.
- Kesalahan kedua.
Meskipun percaya diri saya lebih gede dari kemampuan saya 😅, saya mencoba saran tersebut tanpa berpikir panjang.
*KRAAAK!
Retak semua :)
Kaca belakang premium berubah menjadi puzzle.
Saat saya ngeluh, si robot langsung membalas:
“Saya sangat menyesal mendengar bahwa perangkat Anda mengalami kerusakan. Sebagai kecerdasan buatan, saya tidak bermaksud memberikan arahan yang merugikan. Mohon maaf atas ketidaknyamanan ini…”
Astaga…
Jikalau suatu hari robot-robot ambil alih dunia, lalu hancurin peradaban manusia, apa mereka bakal minta maaf pake kalimat template itu? 🙂
Tapi penderitaan belum selesai.
Baterai original HiBy R3 udah gak ada yang jual. Saya beli baterai tanpa merek yang direkomendasiin ChatGPT.
…
Pas baterainya tiba, masalah baru muncul.
Baterainya ternyata kegedean, jadi ngga muat di bodi wkwk.
Saya panik. Udah beli mahal-mahal, masa gak muat? Buat apa dong?
Saya tanya lagi ke ChatGPT, “gimana ini?”
Kemudian saya dikasih saran:
Beli lem LCD T4000 buat merekatkan kaca belakang yang retak, katanya.
Beberapa hari kemudian, lemnya datang. Tetapi zonk. Retakannya tetep ngga bisa direkatkan.
Saya sempet marahin ChatGPT, tapi robot itu cuma minta maaf lagi.

Tragedi
Ketika emosi sudah di ubun-ubun, baterai kegedean itu saya paksa masuk, lalu proses soldernya dilakukan seadanya.
Saya ambil solder. Tangan saya gemeter.
Saya berhenti sejenak karena tangan gemetar, kemudian menarik napas panjang, namun akhirnya saya lanjutkan juga.
…
Timah di PCB bertingkah sok asik, bahkan sampai meleleh ke mana-mana.
Karena itu, saya sempat pasrah juga, soalnya kebayang DAP bakal mati total dan cuma tinggal kenangan.
Namun, begitu colokan terakhir dipasang, layar langsung berkedip, lalu logo menyala.
Akhirnya hidup lagi. Yeayy ~
Setelah itu, kondisi fisiknya berubah drastis:
- Casing belakang hancur, retak.
- Bodi belakang kembung.
- Tampilan akhir mirip HP murah yang baterainya mau meledak.
Tetapi, musik bisa diputar dengan baik. Dan itu yang penting.
Kesimpulan
Meskipun bodinya rusak, DAP ini masih bisa dipakai.
Lagipula, AI gak merusak apa-apa, karena saya sendiri yang melakukannya.
Jadi, gadget impian saya sekarang malah mirip bom rakitan.

Pake sticker biar gak terlalu keliatan bom XD
Terima kasih sudah baca, dan sampai jumpa di keresahan selanjutnya, semoga.