Skip to content

Keajaiban bernama kehidupan

2 menit baca
Keajaiban bernama kehidupan

Dunia tidak didesain untuk menyerah. Tidak ada yang namanya menyerah jika napas nyawa masih di kerongkongan. Apakah benar?

Hal itu sangat sederhana, namun kita sering kali lupakan.

Don’t die yet

Sebagai Muslim, saya mengetahui serta menyadari bahwa dunia adalah senda gurau belaka, yang mana ini semua adalah ujian.

Manusia diciptakan, itu adalah keajaiban yang sangat luar biasa dari Tuhan. Berkah yang besar. Kenapa? Karena, seberapa persen sih kelahiran di dunia ini?

Bayangkan menangkap seekor penyu langka

Bayangkan seekor penyu yang buta, dilempar ke dunia ini yang penuh akan lautan. Penyu tersebut akan muncul ke permukaan laut sekitar 100 tahun SEKALI.

Lalu, Anda melempar pelampung.

Keajaiban terjadi. Penyu tersebut masuk ke pelampung Anda.

Seperti itulah seberapa “ajaib”-nya kita dilahirkan ke dunia ini.


1 banding 400 triliun kita menang balapan saat masih menjadi sperma. Serta ada silsilah yang nggak mungkin kebetulan.

Ayah bertemu ibu. Jika 1 menit saja kesempatan ayah Anda tidak diambil untuk menikahi ibu, maka Anda tidak akan lahir. Begitu pun kakek dari kakekmu. Terjadi matematika yang sangat presisi, sehingga kata paling pas adalah Keajaiban.

Kakek buyut yang bertahan hidup dari bencana alam, perang, wabah, kelaparan, dan masih banyak lagi.

Coba tanya AI mana pun, peluang kita lahir adalah 1 banding (10^{268.500}). Angka ini jauh melebihi seluruh jumlah atom yang ada di tata surya kita.

Sederhana saja, nikmati hidup ini. Kita tahu ini adalah ujian, dan hidup adalah penderitaan. Kita juga tahu bahwa ini tidak akan selamanya. Semuanya akan memiliki akhir-nya.

Fuji

Selamat membaca.

Bagikan